Thursday, March 12, 2009

AIS Tempo Doeloe

Sekitar tahun 1982 ketika baru lulus dari Curug, kita berempat (Saya , Emmutto, Didik Kiswianto dan Agatha Asri Herini) ditempatkan di Bandar Udara Kemayoran-Jakarta. Namanya juga wong ndesa, begitu melihat peralatan di Gedung Operasi (sekarang menjadi Hotel NAM) terbengong-bengonglah kita akan komplitnya peralatan waktu itu.

Pesawat Telepon.
Di Briefing Office waktu itu ada 5 line telpon berjajar-jajar, masih menggunakan sistim direct line ke masing-masing unit; 1) ke Tower 2) ke Public Information 3) ke ATS unit lainnya 4) keluar 5) ke Teknisi. Pada mulanya sangat sulit untuk membedakan bunyi telpon antara satu dengan yang lainnya, akibatnya bila ada telpon bunyi…krrringgg! bingung juga menebak telpon yang mana, apalagi kalau yang bunyi 2 atau 3 telpon secara bersamaan. Namun lama-kelamaan kita jadi hapal dengan bunyi masing-masing telpon.

Mesin Duplikator
Notam Office waktu itu masih dititipkan di PN Angkasa Pura, letaknya disebelah Briefing Office (ada pintu yang menghubungkannya). Kalau ada NOTAM yang perlu untuk Pre-Flight Briefing (saat itu kita belum berani untuk mengatakan PIB) maka satu persatu NOTAM tersebut diketik dengan kertas stensil , setelah itu diproses dengan memutar (direkam) dengan mesin DUPLO dengan dilumuri tinta (tintanya lengket hitam) sehingga menghasilkan duplikat seberapa banyak yang kita inginkan , kertas yang dipakai adalah kertas merang (warnanya kekuningan, kalau kena air tintanya mblobor dan mudah sobek). Sehabis nyetensil (begitu proses membuat cikal bakal PIB disebut) tidak jarang tangan berlepotan tinta hitam. Kalau pas memutar mesin Duplo, suaranya glodak…glodak…glodak…ser…ser…ser…diujungnya keluar kertas-kertas hasil stensil berisi NOTAM yang siap untuk dibagikan ke Airlines. Sampai dengan tahun 1987 ketika kita sudah pindah ke Soekarno-Hatta mesin Duplo ini masih dipakai. Setelah itu baru ada Mesin Fotokopi Modern.

Catatan:
1. Emmutto sekarang PTO AIS di Halim PK – Jakarta.
2. Didik Kiswianto sekarang Junior Manager di Lasmo Oil Co. – Riau.
3. Agatha Asri Herini sekarang Supervisor di Navigasi Garuda Indonesia- Jakarta.
4. Saya masih sebagai Budiono Richwan.

C’est La Vie !

Wednesday, March 04, 2009

Do What You Write; Write What You Do

Saudara/i AIS’er,
Sore itu, kebetulan saya ketemu dengan rekan Meteo StaMet CKG, Mas Tito Sumantito dalam rangka ikut jemputan pulang dinas pagi. Di lobby depan Briefing Ofice Soetta pandangan saya tertuju pada banner yang dipasang berdiri didepan kantor StaMet Klas I Cengkareng (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) : "Melalui Sertifikasi ISO 9001:2000 Kami Berkomitmen Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Meteorologi”.

Saudara/i AIS’er,
Ternyata tetangga kita sudah berbenah diri lebih dahulu; Mas Tito menyatakan bahwa sudah kurang lebih 3 tahun yang lalu BMG (waktu itu) berusaha untuk mendapatkan ISO 9001:2000 dengan menerapkan prinsip ISO yaitu : Do What You Write; Write What You Do ! Setelah jatuh bangun, dan terkendala dengan anggaran, akhirnya BMKG mendapatkan ISO 9001:2000 tahun 2009 ini.

ISO 9001:2000 berlaku juga untuk AIS pada khususnya dan Air navigation Services pada umumnya, malahan di Eropa dan Amerika sudah applicable New ISO 9001:2008.

A big question!
Kapan AIS Indonesia akan mulai menerapkan ISO 9001:2000 kalau tidak dari kita-kita yang ada di bandara-bandara? Do What You Write; Write What You DO !!, Right Now!! Nevertheless your grade and class …

Pelajaran berharga yang dapat diambil hikmahnya :
Spirit and Motivation could overtaken Financial constraint. Kita semua tahu, take home pay rekan kita Meteo relative dibawah AP1 dan Ap2. Namun mereka bisa mendapatkan standard requirement ISO 9001:2000 lebih dahulu daripada Air Navigation Services.

Note:
Mr.Sumantito is the person responsible to manage ISO 9001:2000 for BMKG, He will move soon to Makassar as Weather Analizing Manager at StaMet MKS.