Ketika Presiden Charles Andre Joseph Marie de Gaulle (22 November 1890 – 09 November 1970) memimpin negeri Perancis (1959-1969), sang jenderal ini selalu menggugah rakyatnya untuk menjadi bangsa yang besar didunia. Slogan yang terkenal dari “le Grand General de Gaulle” ini antara lain : «la France est Aux Francais» atau Negeri Perancis untuk Bangsa Perancis sendiri. Saat ini, di era krisis ekonomi global: Perancis, (dan juga Amerika) tengah membuka dan menerapkan sejarah lama : kalau mau PHK karyawan dahulukan yang imigran, pertahankan yang penduduk asli !.
Kembali ke negeri kita tercinta Indonesia, Ir.Soekarno (06 Juni 1901 – 21 Juni 1970) pernah mencanangkan juga slogan-slogan nasionalisme yang senada dengan de Gaulle. "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia", begitu salah satu pidatonya di Semarang 1956 dan ‘Go to hell with Your Aids’ teriaknya ketika rasa bencinya terhadap Amerika telah memuncak. Namun di saat yang sama sekarang ini, beranikah kita mem PHK expertise-ekspertise asing dan mempekerjakan tenaga ahli dari bangsa Indonesia sendiri?
Saudara-saudara AIS’er,
Berkaca dari dua hal diatas, slogan « AIS for AIS’er » rasa-rasanya bakal sangat relevan untuk diterapkan di dunia penerbangan Indonesia.
Catatan :
1) " Charles de Gaulle " dipakai sebagai nama bandar udara internasional di Paris – Perancis.
2)" Soekarno-Hatta " dipakai sebagai nama bandar udara internasional di Jakarta – Indonesia.
It was twenty five (25) years ago...