Tuesday, January 27, 2009

AIS for AIS'er

Saudara-saudara AIS’er,
Ketika Presiden Charles Andre Joseph Marie de Gaulle (22 November 1890 – 09 November 1970) memimpin negeri Perancis (1959-1969), sang jenderal ini selalu menggugah rakyatnya untuk menjadi bangsa yang besar didunia. Slogan yang terkenal dari “le Grand General de Gaulle” ini antara lain : «la France est Aux Francais» atau Negeri Perancis untuk Bangsa Perancis sendiri. Saat ini, di era krisis ekonomi global: Perancis, (dan juga Amerika) tengah membuka dan menerapkan sejarah lama : kalau mau PHK karyawan dahulukan yang imigran, pertahankan yang penduduk asli !.

Kembali ke negeri kita tercinta Indonesia, Ir.Soekarno (06 Juni 1901 – 21 Juni 1970) pernah mencanangkan juga slogan-slogan nasionalisme yang senada dengan de Gaulle. "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia", begitu salah satu pidatonya di Semarang 1956 dan ‘Go to hell with Your Aids’ teriaknya ketika rasa bencinya terhadap Amerika telah memuncak. Namun di saat yang sama sekarang ini, beranikah kita mem PHK expertise-ekspertise asing dan mempekerjakan tenaga ahli dari bangsa Indonesia sendiri?

Saudara-saudara AIS’er,
Berkaca dari dua hal diatas, slogan « AIS for AIS’er » rasa-rasanya bakal sangat relevan untuk diterapkan di dunia penerbangan Indonesia.

Catatan :
1) " Charles de Gaulle " dipakai sebagai nama bandar udara internasional di Paris – Perancis.
2)" Soekarno-Hatta " dipakai sebagai nama bandar udara internasional di Jakarta – Indonesia.

Friday, January 09, 2009

IF YOU WISH TO BE KNOWN BY OTHERS

It was twenty five (25) years ago...
I was a trainee at PT Angkasa Pura (formerly) Kemayoran Airport, Jakarta. There was an officer who always brought some books on his hand, whilst the others brought a sack full of food & snacks. Some times he ordered me to do his duty, on reward he traited me "nasi goreng pak kumis" located just in front of domestic terminal. I was curious what kind of man he was, what did he do, may be he had double jobs ?. My curiosity became clear after I knew that he studied economic at University of Indonesia. Year 1984, after that I never met him anymore.. until 7 January 2009 on a dining table, times seem to go back as I encountered the same man who had got a bold hair and a wise smile. "Good afternoon pak Parji", he noted me a while and " You must be Budiono Richwan". What a surprise! that as long as twenty five years we hadn't met, anyhow he still remember my full name. He is Pak YAY Suparji, the Director of Commercial and Business Development Pt Angkasa Pura I. The lesson I've got : "If you wish to be known be others, known and remember the persons you've met "

Sunlake Hotel, Jakarta