Why should we go for MUDIK every year ?
Lebaran just like a very strong magnet yang menarik setiap muslim, bahkan non-muslim pun ikut sibuk mempersiapkannya. Fenomena ini terus berlangsung, berulang-ulang setiap tahun entah sampai kapan. Namun jika diperhatikan intensitas dan antusiasme masyarakat terhadap Lebaran semakin tahun semakin berkurang. Will Lebaran be only an event to celebrate without MUdik in the future days?. Kalau dicermati, gegap gempita mudik setiap tahun memberi banyak pelajaran tentang hidup dan kehidupan.
Contoh sederhana:
How much it cost for mudik from Jakarta to east Java?
5 - 10 juta rupiah is sufficient amount, and this meant that our THR and salary for the next month will be drained for it. Most of us do like this ; “saving money for a year and earning just a week for lebaran”. Tapi itu semua akan impas ketika rindu kita terhadap ibunda, ayahanda, adik, kakak dan anda taulan dapat terobati
Do we get enlightments during and after Lebaran?
Ketika bertemu dengan teman-teman lama, adalah saat kita melihat dengan mata hati. Subhanallah ! Sebegitu beragam nasib manusia disekeliling lingkup kecil kita. Suatu sore dikota kelahiran, sedang naik becak keliling kota ; ternyata yang narik adalah teman kita Sekolah Dasar dahulu. Ketika reuni SMP, teman yang dulu nggak pernah dapat nilai lebih dari 7, saat ini jadi Wakil Direktur sebuah perusahaan property di Jakarta. Ketika berkumpul dengan keluarga besar, tersiar kabar si POlan sudah meninggal, si Badu sedang stroke, Si Amin anaknya sudah lulus PT. Wajah-wajah mungil yang tidak kita kenali lagi saking banyaknya.... we are getting older!!!!
Surely!,there are a lot of lessons we can leran from Lebaran...
Tulung Agung,
3 Oktober 2008
Thursday, October 16, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment