Wednesday, December 10, 2008

TRULLY AIS'er

IT WAS SOME DAYS AGO, AT A SMALL RESTAURANT NEARBY SOEKARNO-HATTA AIRPORT. WE GAVE A HONOURABLE SALUTATION TO PAK BAMBANG SUGENG AND PAK HARRIS SEDRADJAT FOR BEING INVOLVED IN THE AIS WORLD FOR MORE THAN 30 (THIRTY) YEARS. FROM THE VERY BEGINNING UNTIL THEY'RE RETIRED, PAK BAMBANG AND PAK HARRIS FAITHFULNESS TO THESE PROMISING UNIT CALLED "AERONAUTICAL INFORMATION SERVICES". IT'S HARD TO FIND ANOTHER FELLOWS LIKE THE TWO OF THEM ! SO LET'S START FORMING OF CADRES FROM THE YOUNG AIS GENERATIONS, OR OTHERWISE WE WILL BE SINKING BEYOND THE AVIATION WORLD. INDEED THEY'RE TRULLY AIS'er !!

Friday, November 14, 2008

I'VE NEVER BEEN TO ME

Berangkat kerja, jalan 40 – 50 km/jam …udara jabotabek hari ini terasa sejuk, terutama hati ini mendengarkan radio fm dari salah satu favourite station:

Hey lady, you lady, cursing at your life.
You're a discontented mother and a regimented wife.
I've no doubt you dream about the things you'll never do.
But, I wish someone had talked to me.
Like I wanna talk to you.....
Oh, I've been to Georgia and California and anywhere I could run.
I took the hand of a preacher man and we made love in the sun.
But I ran out of places and friendly faces because I had to be free.
I've been to paradise but I've never been to me
Oh, I've been to Nice and the Isle of Greece. while I've sipped champagne on a yacht.
I've moved like Harlow in Monte Carlo and showed 'em what I've got.
I've been undressed by kings and I've seen some things that a woman ain't s'posed to see.
I've been to paradise, but I've never been to me.

Lirik diatas adalah lagu dari CHARLENE yang bermakna sangat dalam;
Terlepas dari nuansanya yang sangat borju, kapitalis, Amerikanis , dia pernah ke mana saja, bercinta dengan pendeta dibawah terik matahari bahkan pernah ditelanjangi oleh Kings dan melihat hal-hal yang woman ain’t supposed to see, but anyhow she never been to her.

Namun ternyata ada pesan spiritual yang kitapun bisa menarik hikmah dari hal tersebut diatas, Sudahkah kita menengok diri kita sendiri?? Have I been to me ?

Atau kita masih menjadi HUMAN HAVING, yang mengukur keberhasilan hanya dengan apa yang kita punya; mobil, rumah dst

Atau HUMAN DOING, yang mengukur keberhasilan dengan apa yang telah kita kerjakan; rapat terus, kerja terus, kuliah teruss tiap hari sehingga tidak ada waktu untuk kontemplasi diri

Syukur kalau sudah menjadi HUMAN BEING, manusia sesungguhnya, bukan manusia kardus, bukan HUMAN ERRORING yang error terus2an.

Katanya to be human being, musti kontemplasi diri :
Who I am;
Where I Come From;
Why I am here; and
Where is my destination.

Soekarno-Hatta,
14 Nov 2008

Thursday, October 16, 2008

LESSONS FROM LEBARAN

Why should we go for MUDIK every year ?
Lebaran just like a very strong magnet yang menarik setiap muslim, bahkan non-muslim pun ikut sibuk mempersiapkannya. Fenomena ini terus berlangsung, berulang-ulang setiap tahun entah sampai kapan. Namun jika diperhatikan intensitas dan antusiasme masyarakat terhadap Lebaran semakin tahun semakin berkurang. Will Lebaran be only an event to celebrate without MUdik in the future days?. Kalau dicermati, gegap gempita mudik setiap tahun memberi banyak pelajaran tentang hidup dan kehidupan.

Contoh sederhana:
How much it cost for mudik from Jakarta to east Java?
5 - 10 juta rupiah is sufficient amount, and this meant that our THR and salary for the next month will be drained for it. Most of us do like this ; “saving money for a year and earning just a week for lebaran”. Tapi itu semua akan impas ketika rindu kita terhadap ibunda, ayahanda, adik, kakak dan anda taulan dapat terobati

Do we get enlightments during and after Lebaran?
Ketika bertemu dengan teman-teman lama, adalah saat kita melihat dengan mata hati. Subhanallah ! Sebegitu beragam nasib manusia disekeliling lingkup kecil kita. Suatu sore dikota kelahiran, sedang naik becak keliling kota ; ternyata yang narik adalah teman kita Sekolah Dasar dahulu. Ketika reuni SMP, teman yang dulu nggak pernah dapat nilai lebih dari 7, saat ini jadi Wakil Direktur sebuah perusahaan property di Jakarta. Ketika berkumpul dengan keluarga besar, tersiar kabar si POlan sudah meninggal, si Badu sedang stroke, Si Amin anaknya sudah lulus PT. Wajah-wajah mungil yang tidak kita kenali lagi saking banyaknya.... we are getting older!!!!

Surely!,there are a lot of lessons we can leran from Lebaran...

Tulung Agung,
3 Oktober 2008

Wednesday, September 17, 2008

THERE ALWAYS THE WAY OUT

Ketika kita dibelit masalah, entah itu masalah kesehatan, masalah keuangan, masalah sosial dan sebagainya. Sering kita tidak menyadari bahwa sebetulnya kita sedang diuji oleh Allah SWT. Ketika cobaan datang bertubi-tubi menimpa, dalam hati berfikir : Ya Rabbi...kenapa? Kami yang selalu ingat kepadaMU masih saja Engkau uji dengan cobaan yang bertubi-tubi, sedangkan teman kami yang berpaling kepadaMU malahan Engkau biarkan menari-nari dimuka bumiMU.

Pada suatu hari, ketika sedang menginap di sebuah hotel, anak kesayangan kita malahan menghabiskan malamnya di rumah sakit. Kalau pada mulanya kita menginap 5 hari di hotel, sepulangnya kita menginap 5 hari di rumah sakit. Ya Rabbi kenapa ? Itulah kata yang tidak terucap namun selalu mengiang-ngiang ditelinga.

Namun selalu saja ada jawaban dari pertanyaan diatas, yang kita temukan sendiri setelah semua ujian dan cobaan berlalu. O ternyata Allah Maha Tahu, Allah Maha Mengerti, Allah Maha Adil. Bagaimana seandainya kami tidak Engkau takdirkan dinas luar, sementara keuangan keluarga kami saat ini terbatas, sementara anak kami ditimpa musibah sakit, tentu kami akan kesulitan membayar biaya. Alhamdulillah!, uang saku yang diterima dapat untuk tambah biaya rumah sakit.

Sementara anak kita membutuhkan biaya sekolah (yang saat ini tidak sedikit), dan gaji kita tidak cukup juga untuk menutupinya. Acap kali kita bertanya : Ya Rabbi, padahal aku berniat menyekolahkan anakku agar pintar dan dapat berbakti kepada kedua orang tuanya serta seantiasa bersujut kepadaMU. Sementara teman kami yang berlimang dosa malahan Engkau lapangkan keuangannya sehingga dapat menyekolahkan anaknya bahkan ke luar negeri.

Rahmat Allah SWT datang melalui segala cara.
Pada saat kita sedang bingung memikirkan biaya sekolah anak-anak, maka datang tawaran mengajar yang tadinya kita cibir : Ah! seberapa sih honor mengajar, apa cukup ? Alhamdulillah ! honor kali ini lebih dari cukup untuk menambah biaya sekolah.

Allahu Akbar!, selalu ada jalan keluar dari kesulitan, selalu ada rahmat terselubung dibalik ujian dan cobaan yang Allah SWT timpakan kepada kita. Allah tidak akan menguji diluar batas kemampuan hambaNya.

Tangerang, Juli 2008