Friday, February 09, 2007

Rumahku Kebanjiran

Kamis malam 1 Februari 2007.
Ketika itu hujan sangat deras disertai guntur, kali Angke disebelah barat tempat tinggalku saya lihat sudah tinggi permukaan airnya. Wah alamat akan banjir lagi nih, pikirku.
Saya suruh istri dan anak2 ku berbenah menaikkan barang2 yang penting ditingkat 2, TV dan Kulkas dinaikkan keatas meja... saya pikir sudah aman dari jangkauan banjir. Lho ternyata air semakin tinggi dan tinggi...selutut...sepaha...dalam waktu yang cepat, wah ! berabe...harus segera evakuasi , saya bawa keluargaku ke Cibubur tempat Pakdenya untuk mengungsi.

Jumat 2 Februari 2007.
Air sudah mencapai dada orang dewasa, sudah itu hujan juga masih mengguyur. Sedikit was was dan miris melihat derasnya air mengalir seperti sungai. Syukur Alhamdulillah keluargaku sudah mengungsi kalau telat evakuasi bisa bisa naik perahu karet milik tim evakuasi. Siang itu air naik sampai leher saya ( tinggi saya 174cm ) rupanya sampai segitulah banjir tahun ini.

Ikut tim evakuasi bagi2 nasi bungkus dan air mineral.
Daripada stress nungguin surutnya air dari loteng saja, maka saya putuskan untuk ikut serta relawan bagi2 ransum nasi dan air mineral kesekeliling komplek rumah kami. Yah paling tidak disaat yang darurat seperti ini masih dapat membantu sesama .

Sabtu 3 Februari 2007.
Air masih setinggi kemarin, tidak naik dan tidak turun juga. Alhamdulillah bantuan semakin banyak, kami dapat membagikan nasi bungkus dan air minum sebanyak tiga kali dalam sehari semalam, belum lagi mie instant dan biskuit ... terima kasih kepada para dermawan!

Minggu 4 Februari 2007.
Hari ini air surut sampai selutut, orang orang sudah pada siap siap untuk membersihkan tembok dan perabot yang terkena lumpur. Agak lega rasanya ! berarti besok paling tidak air sudah surut dan rumah sudah kering... kangen rasanya sama anak2. Tetapi lho lho hujan deras mengguyur lagi dan air naik lagi...kali ini hanya setinggi dada. Hari ini banyak pejabat dan para artis yang datang ketempat kami...koq seperti melakukan wisata air saja, sambil senyum senyum sementara kami berbasah basah kedinginan.

Senin 5 Februari 2007.
Gawat ! uang kontan didompet yang dibungkus kantong plastik habis., sementara bersusah payah pergi ke ATM BNI terdekat semua tidak bisa dipakai ( unserviceable ). Untung telpon rumah masih bisa dipakai, maka telpon saja kekantor untuk pinjam uang kontan dari koperasi AIS/Bo. Mengambilnya kekantor pun perlu usaha extra karena jalan jalan sepanjang Ciledug - Blok M banjir juga disana sini. Sempat naik gerobak dan nyambung metro dua kali untuk sampai ke Blok M lalu naik bis Damri dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta.

Hari selanjutnya air terus surut sehingga pada hari Rabu 7 Februari 2007 air sudah hampir kering. Tinggal lah kini lumpur dan sampah yang harus dibersihkan dari antero rumah dan sekitarnya. Sangat sangat capai dan stress paska banjir ini.

Kamis - Jumat, 8 - 9 Feb 2007.
Rumah saya sudah bersih dari lumpur dan sampah sisa banjir. Keluarga masih di Cibubur biar sampai Minggu. Kangen juga satu minggu pisah dengan anak2 dan keluarga !

Ciledug Indah, 1 - 7 Feb 2007

No comments: