Pada suatu hari, ketika rekan-rekan AIS / KOM AP I datang ke Graha Angkasa Pura I Kemayoran-Jakarta. Kali ini bukan untuk menghadiri resepsi penikahan (Graha AP I terkenal sebagai tempat perhelatan yang strategis), tetapi untuk memperjuangkan hak mendapat Tunjangan Lisensi / Rating. Pada mulanya kami diterima oleh DD Ops LLP, suasana pertemuan agak panas karena DD Ops LLP yang ex ATC terus membela dirinya dan korps nya. Pak Yusuf Mide (MKS) yang dari sononya suaranya nyaris tak terdengar bisa menjadi lantang karena harga diri AIS terusik ... saluut euy !
Tibalah kami diterima oleh Direktur Operaasi dan Tehnik AP I, suasana pertemuan menjadi agak tenang sebab DOT agaknya lebih FAIR dalam menyikapi TLR daripada DD Ops LLP, bahkan dalam beberapa hal pernyataan antara keduanya bertolak belakang. Entah siapa yang benar, namun kami lebih mempercayai pernyataan DOT. Pak Yusuf Mide pun suaranya semakin lirih saja... berkali hanya terdengar Alhamdulillah ...Alhamdulillah.
Pada kesempatan tersebut DOT berbicara tentang “hukum kekekalan energi”, yang intinya, menurut hukum kekekalan energi : Energi apapun yang kita keluarkan tidak akan hilang begitu saja, dia hanya akan berubah bentuk, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan “energi positif” atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan “energi negatif” atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.
Apa hubungannya dengan TLR ?
Kalau TLR dan rejeki2 yang lain itu memang hak kita, maka cepat atau lambat akan ada ditangan kita. Namun bila TLR dan rejeki2 itu bukan milik kita, maka yang sudah ada ditanganpun akan kembali juga ke yang berhak.
Entah nyambung apa enggak, yang jelas otak saya makin puyenggg mikirnya.
Anda puyeng juga ?...
http://gusboed.blogspot.com
3 comments:
Mas Bud saya ikut ngomentarin artikelnya Mas Bud walaupun artikelnya punya tahun 2006 lalu tapi msh relevan, boleh kan ya Mas!
SK TLR di AP I yg Mas dan kawan2 AISINDO perjuangkan sudah keluar mas walaupun masih jauh dr harapan dan perjuangan yg mas lakukan tapi kita semua bersyukur phak Direksi tidak memilah-milah utk TLR tsb.
Bravo AISINDO.
Reggie Sijarlaki - Banjarmasin
Reggie,
Alhamdulillah!
Puji Syukur bhw TLR sdh keluar, itu juga berkat perjuangan temen2 semua. Kalau besarannya AP1 lebih dari AP2 kita juga mau perjuangkan.
formulanya ga gitu jauh2 sama yg di AP II gini formulanya : HL + (BRxWLCxNK)
HL : harga license = SAIS: 300.000,-
JAIS: 275.000,-
BR : bobot rating = 11
WLC : work Load Category = 10
NK : nilai konstanta = 1200,-
jadi utk SAIS 432000/bln JAIS 407000/bln gitu mas!
moga2 di AP II bisa sama or leboih dr kita yg di AP I mas
Post a Comment