Monday, November 27, 2006

A Good Tagline Is magic

Tagline.
Tagline adalah phrasa pendek, mungkin tiga, lima atau tujuh kata yang mudah diingat yang mampu menjelaskan sebuah produk atau jasa; biasanya muncul pada bagian bawah sebuah advertensi atau diakhir tayangan advertensi pada layar televisi.

Tagline juga langkah pertama dan bagian penting dalam membangaun citra perusahaan. Tagline yang baik merupakan salah satu sarana untuk membangun citra perusahaan yang terbaik dan termurah, betapa tidak ? Oleh karena jika nama perusahaan, logo dan tagline disatukan dalam satu kesatuan yang harmonis, maka akan menimbulkan impresi yang luar biasa. Tentu saja Tagline sendiri tidak akan mampu membentuk citra yang baik bagi perusahaan, harus diikuti dengan komitment seluruh entitas perusahaan untuk membuktikan bahwa apa yang tersirat dan tersurat dalam phrasa tagline memang sesuai dengan komitmen dan kinerja seluruh entitas perusahaan.

Tujuan utama dari tagline adalah untuk menarik perhatian, memberi motivasi dan membangun emosi serta menyajikan citra bisnis yang impresif dan yang lebih penting lagi yaitu membangun rasa saling percaya antara stake holders.

“HONESTLY, SERVING OUR BEST” atau “IKHLAS MEMBERIKAN YANG TERBAIK” adalah tagline yang dipilih oleh Pt (Persero) Angkasa Pura II sejak ulang tahun Dwi Dasa Warsa ( 20 Tahun) perusahaan ini pada Th 2004..

Seiring dengan VISI Angkasa Pura II : “ Menjadi pengelola bandar udara bertaraf internasional yang mampu bersaing dikawasan regional “ maka pelayanan prima ( excelent services ) menjadi sesuatu hal yang harus dilakukan oleh segenap entitas perusahaan

Sejalan dengan MISI Angkasa Pura II : “ Mengelola jasa kebandar udaraan dan pelayanan lalu lintas udara yang mengutamakan keselamatan penerbangan dan kepuasan pelanggan dalam upaya memberikan manfaat optimal kepada pemegang saham, mitra kerja, pegawai, masyarakat dan lingkungan dengan memegang teguh etika bisnis “ maka Ikhlas memberikan yang terbaik akan membuahkan citra/image yang baik dan impresif , kinerja yang meningkat dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Ikhlas.

Ikhlas terletak pada niat dalam hati masing-masing individu, manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak pernah mengenal lelah. Gerak perilakunya sama sekali tidak dipengaaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan ataupun penghargaan. Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. Orientasi hidupnya jelas dan tegas. Langkahnya pasti dan penuh harapan. Tak ada kata frustasi dalam hidupnya, tak ada kata putus asa dalam usahanya.

Keikhlasan membuat hidup ini sangat mudah, sangat indah dan jauh lebih bermakna. Pada hakikatnya Ikhlas bukanlah kenikmatan akan mendapat sesuatu, tetapi dari apa yang dapat diberikan. ( KH Abdullah Gymnastiar )

Ikhlas Memberikan Yang Terbaik.
Dengan Ikhlas Memberikan Yang Terbaik, diharapkan akan mempunyai kekuatan batiniah yang besar dan menjadi pancaran energi yang melimpah, sehingga dapat memberi dukungan atas terselenggaranya Good Corporate Governance.

Dengan Ikhlas Memberikan Yang Terbaik, diharapkan mempunyai daya gugah dan daya ubah yang luar biasa sehingga dapat membawa perusahaan kearah yang lebih baik lagi.

Dengan Ikhlas Memberikan Yang Terbaik, diharapkan pemegang saham, mitra kerja, pegawai, masyarakat dan lingkungan ( stakeholders) merasa aman dan bebas dari rekayasa.

Kesimpulan.

Lakukan Yang Terbaik.
Sampaikan Dengan Cara Terbaik.
Berikan Yang terbaik.
Dengan Hati Terbaik
Tanpa mengharap pujian, harapannya hanyalah “ Memberikan Yang Terbaik” untuk siapapun.

====== Semoga Allah SWT memberi kita hati yang ikhlas ============

Friday, November 17, 2006

DOT dan Hukum Kekekalan Energi

Pada suatu hari, ketika rekan-rekan AIS / KOM AP I datang ke Graha Angkasa Pura I Kemayoran-Jakarta. Kali ini bukan untuk menghadiri resepsi penikahan (Graha AP I terkenal sebagai tempat perhelatan yang strategis), tetapi untuk memperjuangkan hak mendapat Tunjangan Lisensi / Rating. Pada mulanya kami diterima oleh DD Ops LLP, suasana pertemuan agak panas karena DD Ops LLP yang ex ATC terus membela dirinya dan korps nya. Pak Yusuf Mide (MKS) yang dari sononya suaranya nyaris tak terdengar bisa menjadi lantang karena harga diri AIS terusik ... saluut euy !

Tibalah kami diterima oleh Direktur Operaasi dan Tehnik AP I, suasana pertemuan menjadi agak tenang sebab DOT agaknya lebih FAIR dalam menyikapi TLR daripada DD Ops LLP, bahkan dalam beberapa hal pernyataan antara keduanya bertolak belakang. Entah siapa yang benar, namun kami lebih mempercayai pernyataan DOT. Pak Yusuf Mide pun suaranya semakin lirih saja... berkali hanya terdengar Alhamdulillah ...Alhamdulillah.

Pada kesempatan tersebut DOT berbicara tentang “hukum kekekalan energi”, yang intinya, menurut hukum kekekalan energi : Energi apapun yang kita keluarkan tidak akan hilang begitu saja, dia hanya akan berubah bentuk, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan “energi positif” atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan “energi negatif” atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Apa hubungannya dengan TLR ?
Kalau TLR dan rejeki2 yang lain itu memang hak kita, maka cepat atau lambat akan ada ditangan kita. Namun bila TLR dan rejeki2 itu bukan milik kita, maka yang sudah ada ditanganpun akan kembali juga ke yang berhak.

Entah nyambung apa enggak, yang jelas otak saya makin puyenggg mikirnya.

Anda puyeng juga ?...

http://gusboed.blogspot.com